"Nggak punya gadget nggak gaul!" "Nggak ada gadget serasa dunia tebalik" kurang lebih itulah celoteh - celotehan yang sering kita dengar sekarang. Mirisnya lagi kini kita bisa melihat anak yang usia masih sangat kecil sudah memiliki gadget sendiri. Namun, apakah anak - anak jaman sekarang tahu dampak negatif atau apa saja yang telah mereka lewatkan bahkan lupakan hanya karena barang yang bernama GADGET itu? Simak cerita di bawah ini.
"Bimo! Bimo! Bimo!", teriak ibu. Namun, tak ada sautan apa - apa dari Bimo. Ibu kembali memanggil Bimo tapi tetap saja hasilnya nihil. Akhirnya, ibu mencari - cari Bimo dan menemukannya sedang asyik bermain gadget sambil tidur - tiduran di kamarnya. "Astaga, Bimo kamu ini ibu panggil dari tadi kok nggak nyaut sih?" "Ah, ibu orang lagi asyik main kok dipanggil - panggil. Emangnya ada apa, Bu?", tanya Bimo. "Kamu itu loh kalo main jangan sambil tiduran nanti matamu rusak! Tugas sekolahmu sudah selesai?", tanya ibu. "Belum, sudahlah Bu itu masalah gampang nanti Bimo kerjain deh Tugasnya." "Bim, kerjain tugas dulu baru main lagi.", nasehat ibu "Iya Bu iya". Ibu pun keluar dari kamar Bimo. Hanya di mulut saja Bimo berkata iya namun ia tak melaksanakan nasehat ibunya.
Belakangan ini sifat Bimo sangat berubah, ia menjadi anak yang tertutup, bandel, suka berbohong, dan cuek. Penyebab dari perubahan tingkah laku Bimo itu adalah GADGET. Sejak diberi hadiah gadget oleh ibu di hari ulang tahunnya, hari - hari Bimo hanya dihabiskan untuk bermain gadget. Mulai dari pulang sekolah Bimo akan mengurung dirinya di kamar hingga malam hari. Bila ibu tidak memanggilnya untuk makan, Bimo mungkin tak akan ingat kalau ia belum makan. Belum lagi tugas - tugas Bimo yang keteteran karena lupa ia kerjakan, karena sibuk mengurus gadgetnya.
Dulu, Bimo adalah anak yang ramah, rajin, dan juga terkenal pandai. Ia juga sering bercerita mengenai kejadian - kejadian di sekolah. Tapi, kini tak sedikit pun senyum hangat yang akan dilontarkan Bimo untuk tetangga bahkan ibunya. Tak ada lagi cerita - cerita tentang kejadian di sekolah. Senyumnya kini hanya diberi untuk gadget dan permainan - permainan onlinenya.
Satu minggu lagi akan diadakan ulangan semester, karena itu Ibu dan Ayah Bimo berencana akan menyita gadget Bimo agar ia bisa fokus belajar semesteran. Pada malam harinya, Ayah memberitahu Bimo bahwa gadgetnya akan disita untuk sementara "Bim, selama semesteran gadgetmu akan ayah sita." ujar Ayah, "Kenapa Yah?" "Ya, supaya kamu bisa fokus belajar, supaya rankingmu nggak turun Bim." nasehat Ibu "Ayah, Ibu BImo udah gede Bimo bisa kok ngatur waktu kapan harus belajar dan kapan harus main. Pliss Yah Bu gadgetnya jangan di sita. Bimo janji bakal rajin belajar". Setelah berdiskusi akhirnya ayah dan ibu akan memberikan kepercayaan kepada Bimo, yang berarti gadget itu tak akan disita.
Namun, janji tinggallah janji. Apa yang Bimo katakan tak ia laksanakan. Setiap malam di depan ayah ibunya, Bimo hanya berpura - pura belajar, dan ia beralasan begadang untuk belajar. Ayah dan Ibu Bimo tentu senang melihat semangat belajar anak semata wayangnya itu. Tapi, sebenarnya hanya di luarnya saja Bimo memegang buku, di dalam buku itu Bimo menyelipkan gadgetnya.
Dua minggu kemudian, waktu pembagian rapor pun tiba. Ibu Tyas (ibunda Bimo), yang pergi ke sekolah Bimo untuk mengambil rapor Bimo. "Orang tua dari Bimo Winata" , kata Ibu Sinta. Ibu Tyas pun maju ke meja wali kelas. Setelah ibu Sinta wali kelas Bimo menyerahkan rapor Bimo, Ibu Tyas langsung membuka rapornya dan terkejut melihat nilai anaknya yang rata - rata di bawah standar kelulusan. Bagaimana Ibu Tyas tidak merasa sangat terkejut, anaknya yang biasa juara kelas kini nilainya hancur berantakan.
Ibu Tyas pulang ke rumah diliputi perasaan yang sangat kecewa. Ia mengendarai mobil dengan tidak konsentrasi hingga mobil yang dikendarai Ibu Tyas menabrak pembatas jalan. Orang - orang sekitar langsung membawa Ibu Tyas ke rumah sakit. Pihak rumah sakit kemudian menghubungi Bapak Vian (Ayah Bimo) "Selamat siang, dengan Bapak Vian?" "Selamat siang,Iya saya sendiri." "Kami dari pihak rumah sakit ingin mengabarkan bahwa Ibu Tyas sedang berada di UGD akibat kecelakaan." "Apa??!!! Saya segera ke sana." Dengan sigap Ayah menjemput Bimo dan pergi ke rumah sakit. Bimo pun ikut shock ketika mendengar berita tersebut.
Sesampai di UGD, tepat sekali dokter baru selesai menangani Ibu Tyas. "Apakah anda keluarga Ibu Tyas?" "Iya Dok. Bagaimana keadaan istri saya?" "Keadaan Ibu Tyas tidak terlalu parah. Tapi, sekarang dia masih pingsan mungkin sebentar lagi siuman." "Oh, baiklah. Bolehkah kami masuk menjenguknya?" "Silahkan Pak."
Akhirnya Bimo dan Ayahnya masuk untuk menemui ibunya. Bimo lngsung duduk di samping ibunya "IBU! IBU! IBU!" tak kuasa enahan tangisnya, air mata Bimo pun menetes. "Yang sabar Nak." "Ibu, Ibu kenapa bisa begini? Ibu bangun, Bimo mau cerita - cerita lagi sama Ibu. Bimo mau kita bertiga kumpul - kumpul lagi. Ibu bangun Ibu."
Tiba - tiba tangan Ibu Tyas perlahan bergerak. "Ayah, lihat tangan Ibu. Ibu? Ibu sudah sadar?" Perlahan mata ibu Tyas mulai terbuka. "Yah.Bim." "IBU!!" seru Bimo sambil memeluk ibunya. "Ibu kenapa bisa kecelakaan begini." tanya Bimo "Bim, nilai kamu kenapa bisa kayak gitu?" Bimo pun terkejut dengan perntanyaan ibunya. Bimo hanya bisa mengigit - gigit bibir bawahnya. "Ayo Bim jawab yang jujur. Ibu nggak akan marah kalau kamu jujur." "Bu, sebenarnya kemarin selama semesteran Bimo nggak pernah belajar karena keasyikan main gadget. Bimo sadar sekarang Bu kalau gadget itu sudah membuat Bimo bertingkah laku negatif. Bimo jarang belajar, nilai Bimo jadi jelek semua. Bimo juga sekarang jadi jarang ngobrol dan cerita - cerita dengan ayah dan ibu." kata Bimo jujur. "Jadiii, sekarang Bimo ikhlas dah gadgetnya dijual."
"Syukurlah Nak sekarang kamu sudah menyadari kesalahanmu" ucap ibu. "Sebenarnya gadget itu tidak perlu disita, tapi kamu harus bisa belajar membagi waktu. Kapan waktu bermain dan kapan waktu untuk belajar." nasehat ayah. "Ayah sama ibu serius nih? gadgetnya nggak bakal disita ataupun dijual?" "Duarius Bim" jawab ayah dan ibu bebarengan. "Yesss. Love you to the moon and never back deh Ayah Ibu!!!" Mereka pun berpelukan dan tertawa bersama. Keluarga itu pun kembali hangat seperti dahulu.
Langganan:
Postingan (Atom)
Recycle Cinta
AUTHOR’S POV “….. Sudah tak bisa dipungkiri jumlah sampah yang ada di Indonesia ini. Mulai dari limbah rumah tangga, pabrik...
-
Tettt.. Tett... Bel istirahat berbunyi yang langsung disambut sorakkan anak - anak diseluruh penjuru SMA Griya Bangsa, tak terkecuali k...
-
Sebagian besar orang di dunia ini mungkin sangat menyukai anak kecil. Mulai dari mukanya yang lucu hingga tingkahnya yang menggemaskan. ...
-
Setiap siswa atau mahasiswa memasuki suatu tingkatan yang baru dalam bidang pendidikan maka mereka wajib melewati tahap yang d...