Sabtu, 12 November 2016

Sederhana Itu Indah


            Suasana SMA Wijaya Kesuma nampaknya agak berbeda hari ini. Banyak selembaran yang di tempel di dinding – dinding sekolah dan juga terdapat beberapa tenda yang menyerupai tempat pemungutan suara di pinggir lapangan. Ya, hari ini adalah salah satu agenda rutin SMA Kesuma Wijaya setiap tahunnya yaitu, Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS. Pemilihan akan dilaksanakan sepulang sekolah di lapangan.
            Tahun ini, SMA Kesuma Wijaya memiliki 2 pasang calon yang akan bertarung memperebutkan jabatan sebagai Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMA Wijaya Kesuma periode 2016/2017. Pasangan nomor urut 1 adalah Ario Wiratama (XI IPA 2) & William Hadinata (X IPA 7). Pasangan nomor urut 2 Jonatan Aditya (XI IPA 1) & Reynaldo Wijaya (X IPS 1).
            Teeeettttt…….. Teeeettttttt…… Teeeeettttttt….. Bel pulang sekolah berbunyi yang menandakan “penderitaan” murid – murid SMA Wijaya Kesuma telah berakhir. Namun, untuk hari ini mereka perlu sedikit menahan keinginan mereka untuk pulang karena masih ada sesi pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS Wijaya Kesuma. Semua murid mulai berjalan keluar dari kelas menuju ke lapangan dengan wajah – wajah yang sudah kelelahan.
            Diana, master of ceremony pada acara ini langsung memulai acara ketika kerumunan siswa di lapangan sudah ramai. “Selamat Siang Semua!!!” sapa Diana “Siang….” Sahut para siswa tak bersemangat “Yah kok lesu banget. Kalau nggak semangat aku nggak bakal mulai acaranya nih. Sekali lagi ya? SELAMAT SIANG WIJAYA KESUMA!!!” teriak Diana “SIIIAAAANNGGGG!!!” balas seluruh murid “Baiklah. Tanpa mengulur waktu lagi. Karena aku tahu kalian udah pingin banget pulang, dengerin baik – baik yah. Kelas X IPA 1 – 4 bisa menuju ke pos 1. Kelas X IPA 5 & 6 + X IPS 1 & 2 bisa menuju ke pos 2. Untuk siswa kelas XI IPA 1 – 4 bisa menuju ke pos 3. Kelas XI IPA 5 & 6 + XI IPS 1 & 2 bisa menuju ke pos 4. Untuk siswa kelas XII IPA 1 – 4 bisa menuju ke pos 5. Kelas XII IPA 5 & 6 + XII IPS 1 & 2 bisa menuju ke pos 6. Dan terakhir kelas X-XII Bahasa bisa menuju k epos 7. Setelah selesai memilih kalian dipersilahkan untuk kembali ke rumah masing – masing. Terima Kasih.”
            Acara pemilihan pun selesai pukul 4 sore. Seluruh siswa SMA Wijaya Kesuma telah kembali ke rumah masing – masing yang tersisa hanya kedua pasang calon dan panitia acara. Namun mata Jonatan menangkap ada seorang siswi yang duduk di bawah pohon dengan rok di bwah lutut dan rambut dikuncir satu yang membuat Jonatan mengidentifikasi bahwa anak itu adalah anak kelas X. Karena rata – rata senior wanita di SMA ini pasti akan mewarnai rambut mereka atau paling tidak digerai dan untuk panjang rok sudah dipastikan berada jauh di atas lutut. Didorong rasa penasaran Jonatan iseng bertanya kepada Edo “Do, lo kenal cewek yang duduk di sana?” “Iya kak.  Dia teman sekelas aku namanya Marlyn. Kenapa Kak?” jelas Aldo “Oh. Nggak ada cuman pingin tahu aja sih.  Soalnya kan anak kelas X udah pada cabut kok dia masih di sini.” Jawab Jonatan “Itu karena habis ini aku mau kerja kelompok sama dia. Jadi dia nungguin aku kak.” Jawab Aldo. Jonatan mengangguk – anggukkan kepala tanda mengerti.
                                                                        ***
            Jarang – jarang Jonatan mendapatkan waktu kosong hingga bingung mau ngapain. Karena biasanya tugas dari bapak – ibu guru akan terus mengalir deras seperti air sungai. Iseng Jonatan membuka Instagram dan melihat explore. Entah kebetulan atau bagaimana ada foto yang landscapenya seperti tampak sekolah SMA Wijaya Kesuma, Jonatan pun membuka foto itu dan melihat siapa yang mempostingnya. Muncul nama Marlyn Winata sebagai orang yang memposting. Tiba – tiba muncul desiran aneh di dalam hati Jonatan. Karena sedang iseng dan kebetulan ada waktu kosong, Jonatan pun meng-stalk akun Marlyn. “Kalau diperhatiin lama – lama cewek ini menarik juga ya.” Gumamnya dalam hati.
            Karena bosan Jonatan melihat – lihat lagu apa yang lagi kekinian di kalangan anak muda. Kemudian bertengger sebuah lagu di deretan top 10. Hivi! – Mata ke Hati Jonatan langsung mengambil earphone dan memutar lagu tersebut
Oh kasihku kau membuat cinta
Jatuh dari mata dan turun ke hati
Tawamu buat aku tersenyum lagi
Oh kasihku kau membuat dunia
Indah dijalani kuyakini hati
Kau paling berarti

            Kebetulan banget lagu ini sama suasana mala mini gumam Jonatan dalam hati`
                                                                       
***
            Sabtu, 15 Oktober 2016, Panitia penyelenggara pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS SMA Wijaya Kesuma mengumumkan bahwa hasil rekapitulasi suara akan diumumkan saat upacara hari Senin, 17 Oktober 2016. Kemudian serah jabatan akan dilakukan pada saat upacara Sumpah Pemuda Jumat, 28 Oktober 2016.
            “Wah, aku penasaran banget sama hasilnya Kak Jo.” Kata Aldo “Sama Do, pesaing kita salah satu anak popular sekolah ini pula.” Sahut Jonatan “Yah berdoa dapat hasil yang terbaik aja deh Kak.”
                                                                        ***
            Sampailah seluruh siswa SMA Wijaya Kesuma di acara yang ditunggu – tunggu yaitu, Pengumuman Hasil Rekapitulasi Suara Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMA Wijaya Kesuma periode 2016/2017. “Kepada ketua panitia penyelenggara pemiliha ketua dan wakil ketua OSIS SMA Wijaya Kesuma periode 2016/2017 waktu dan tempat kami persilahkan.”
            “Terima kasih. Yang terhormat Bapak kepala sekolah SMA Wijaya Kesuma. Yang terhormat Bapak/Ibu guru dan staff sekalian. Yang saya sayangi teman – teman sekalian. Selamat Pagi.” Kata Heru “Selamat Pagi.” Jawab seluruh hadirin “Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmatnya kita bisa berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat walafiat. Baiklah tanpa mengulur waktu saya akan langsung bacakan hasil rekapitulasi suara. Suara sah yang kami peroleh berjumlah 927 dan 23 suara tidak sah. Pasangan yang berhasil meraih suara sebanyak 521 dan dinyatakan sebagai ketua dan wakil ketua OSIS SMA Wijaya Kesuma periode 2016/2017 adalah . . . . . Pasangan nomor urut 2 atas nama Jonatan Aditya dan Reynaldo Wijaya. Jonatan dan Reynaldo sontak terkejut namun mereka berhasil menguasai diri. ” Suara tepuk tangan langsung riuh ketika Heru selesai membacakan nama pemenang.
            “Kepada pasangan nomor urut 2 dipersilahkan untuk maju ke depan.” Jonatan dan Reynaldo pun maju ke depan. Kemudian kepala sekolah, guru, dan staff menyalami mereka. Kemudian kepala sekolah kembali ke mimbar dan berbicara “Selamat kepada Jonatan dan Reynaldo. Murid – murid yang lain bisa berbaris dan bergiliran memberikan selamat kepada mereka.” Samar terlihat wajah – wajah siswi yang bergembira karena mendapat kesempatan untuk bersalaman dengan salah satu senior ganteng di SMA Wijaya Kesuma.
            Seusai acara salam – salaman Jonatan dan Aldo duduk di bawah pohon di tepi lapangan “Wah nggak disangka – sangka ya Do hasilnya.” Ucap Jonatan bahagia “Iya Kak, aku aja kaget tadi waktu Kak Heru umumin hasilnya. Ini yang namanya rejeki Kak. Hahaha” Tiba – tiba datang seorang siswi menghampiri mereka. “Wah, selamat ya Do. Keren ketua kelas kita rangkap jabatan. Hehe.” Cerocos Marlyn “Ah bisa aja kamu Lyn. Eh Kak Jonatan ini Marlyn. Marlyn ini Kak Jonatan.” Kata Aldo “Hi, Kak. Marlyn. Congrats ya Kak.” Ucap Marlyn sambil mengasurkan tangan “Hi, Jonatan. Makasi ya dek.” Jawab Jonatan sambil menjabat tangan Marlyn. “Ya udah aku balik ke kelas dulu ya. Bye Do. Bye Kak.” Marlyn pun berjalan meninggalkan kedua orang tersebut.
            “Ngomong – ngomong untuk struktur kepengurusan rencananya mau aku omongin hari ini. Kamu sibuk nggak Do hari ini?” tanya Jonatan “Nggak kok Kak. Aku free hari ini. Jam berapa?” tanya Aldo “Abis pulang sekolah aja ya ntar ketemu di parkiran.” “Okeh kak”
                                                                                    ***
“Do kira – kira kamu punya referensi nggak siapa yang cocok untuk kita masukkan ke daftar cabinet kita?” tanya Jonatan di sela – sela makan siang mereka
“Kalau aku sih baru punya satu rekomendasi, Marlyn Kak.” Jawab Aldo
“Kenapa harus dia Do?”
“Karena kalau dari sudut pandangku Marlyn itu orangnya bertanggung jawab dan disiplin, Kak. Selain itu dia juga beda sama cewek kebanyakan kak, orangnya itu simple banget nggak ribet.”
“Jadi kira – kira dia cocok di jabatan apa?”
“Sepertinya sekretaris Kak.”
Perbincangan terus berlanjut untuk menemukan orang – orang yang cocok di posisi jabatan – jabatan yang lain. Struktur organisasi harus sudah rampung sebelum tanggal 27 Oktober karena mereka harus melakukan gladi serah terima jabatan.
***
            Keesokan harinya Jonatan dan Geraldo sudah menyerahkan struktur lengkap kepengurusan mereka kepada panitia. “Do, lu udah kontak mereka suruh ngumpul ntar di ruang OSIS??” tanya Jonatan. “Siap udah kak.” Jawab Aldo “Okeh, ntar jangan ngaret ya.”
***
            Siang itu kebetulan jadwal kelas Jonatan kosong sehingga 30 menit sebelum pulang Jonatan sudah menuju ke Ruang OSIS terlebih dahulu. Sekitar pukul 14:30, seseorang mengetuk pintu ruang OSIS tok….tok….tok…. “Iya, masuk.” Sahut Jonatan tanpa memalingkan mukanya dari buku catatan yang sedang dibacanya. “Misi Kak.” Sapa orang tersebut “Iya…” jawab Jonatan sambil mengangkat kepalanya. Ia cukup kaget karena ternyata orang itu adalah Marlyn. “Eh Lyn, kok lo nggak bareng sama si Aldo??” tanya Jonatan “Itu Kak si Aldo masih belum selesai tugasnya jadi dia nyuruh aku duluan aja ke ruang OSIS.” Jawab Marlyn “Ya udah duduk aja dulu sambil nunggu yang lain Lyn.” Kata Jonatan. Marlyn mengangguk lalu hanya duduk diam.
            Akhirnya setelah 15 menit ngaret dari jadwal yang ditentukan seluruh pengurus OSIS yang telah dipilih hadir di ruangan tersebut. “Selamat siang semua.” Sapa Jonatan untuk memlai rapat siang ini “SELAMAT SIANG.” Balas yang lain “Baiklah siang ini saya hanya akan menegaskan kembali tujuan saya mengumpulkan kalian di sini. Sebelumnya, saya ucapkan selamat kepada kalian yang telah berhasil terpilih sebagai bagian dari kabinet kami. Kami sangat berharap kalian dapat bekerja secara maksimal sehingga hasil yang kita peroleh juga maksimal. Mengenai detail tentang kewajiban dan tanggung jawab kalian akan kita bahas setelah pelantikan tanggal 28 Oktober besok. Ada yang mau bertanya?” Diskusi berlanjut hingga pukul 5 sore dan Jonatan pun menutup rapat hari itu.
***
28 Oktober 2016
Seluruh siswa/i SMA Wijaya Kesuma telah berkumpul di lapangan upacara sejak jam 7 pagi dengan mengenakan pakaian adat. Hari ini SMA Wijaya Kesuma mempunyai 2 agenda penting yang pertama adalah Upacara dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda dan yang kedua adalah acara Pelantikan OSIS SMA Wijaya Kesuma periode 2016/2017.
Setelah pembacaan Sumpah Pemuda tiba saatnya acara pelantikan OSIS SMA Wijaya Kesuma periode 2016/2017. Pertama – tama Jonatan dan Geraldo membacakan sumpah jabatan diikuti oleh seluruh kabinetnya. Kemudian Jonatan,  ketua OSIS periode sebelumnya, dan Kepala Sekolah  menandatangani surat serah terima jabatan. Seluruh pengurus OSIS kembali ke barisan kemudian upacara kembali dilanjutkan dengan doa.
Upacara selesai, hari ini seluruh siswa SMA Wijaya Kesuma dibebaskan dari kegiatan belajar mengajar karena upacara mengenakan baju adat dan kebetulan hari ini adalah hari pendek (hari Jumat). Siswa lain berhamburan kembali ke rumah masing – masing sementara itu pengurus OSIS baik periode yang lalu maupun periode yang sekarang sedang berfoto – foto untuk dokumentasi OSIS Wijaya Kesuma.
***
            Siang itu Jonatan langsung berinisiatif untuk membuat grup OSIS. Namun dia baru ingat jika data id line semua dipegang oleh sekretaris. Tiba – tiba muncul ide atau mungkin lebih tepat disebut sebagai “modus”. Jonatan meminta id line Marlyn kepada Geraldo dengan alasan ada data yang perlu ditanyakan. Geraldo tidak terlalu memikirkan apa tujuan kakak kelasnya itu ia langsung saja memberikan id line Marlyn.
            Langsung saja setelah mendapatkan id line Marlyn, Jonatan meng-invite dan meng-chat Marlyn.
“Lyn, lagi sibuk nggak?”
5 menit kemudian . . .
“Nggak kok Kak. Kenapa?”
“Tolong buatin grup OSIS ya aku mau announce schedule rapat pertama kita.”
“Okeh Kak.”
“Makasi Lyn.”
“Sama – sama Kak.”
            Masih awal, Jonatan belum berani untuk memperpanjang pembicaraan. Ia takut saja nanti Marlyn malah menjadi tidak nyaman dan alasan sebenarnya adalah gengsi jadi cowok juga harus jual mahal apalagi Jonatan juga terkenal sebagai salah satu kakak kelas paling dicari sama adek – adek kelasnya.
***
            Malam harinya seluruh pengurus OSIS telah bergabung di dalam grup. Jonatan pun langsung memaparkan jadwal rapat perdana mereka.
“Selamat malam semua. Seperti yang sudah saya sampaikan bahwa jadwal rapat pertama akan dilaksanakan setelah pelantikan. Agar pekerjaan kita semakin cepat bisa terlaksana maka rapat pertama akan dilaksanakan pada hari Senin, 31 Oktober 2016 di ruang OSIS. Dimohon kesediaan semuanya untuk hadir dan tepat waktu. Terima kasih.”
Tidak ada yang mengatakan tidak bisa hadir. Rata – rata yang membalas semua mengatakan “iya” “baik” “oke” yang berarti mereka sanggup untuk menghadiri rapat perdana ini.
***
            Keesokan harinya, setelah pulang sekolah seluruh pengurus OSIS berkumpul di Ruang OSIS. Kali ini mereka akan membahas mengenai program kerja mereka untuk satu tahun ke depan. Sebagai sekretaris Marlyn memiliki kewajiban untuk membuat notulen di setiap rapat. Setelah kurang lebih 2 jam mereka berdiskusi, Jonatan pun menutup rapat hari itu. Hasil rapat hari ini adalah acara – acara yang akan diselenggarakan oleh OSIS selama satu tahun ke depan. Event terdekat yang akan mereka selenggarakan adalah pentas seni sekaligus acara pembagian penghargaan bagi siswa dan siswi berprestasi pada bulan Desember.
***
            Malam harinya, Jonatan sedang mencari – cari alasan apa yang tepat digunakan untuk menjadi modusnya menghubungi Marlyn terlebih dahulu. Setelah beberapa kali berguling – guling di Kasur akhirnya muncul sebuah ide. “Gue minta h=notulen rapat tadi aja. Yess akhirnya dapet juga ide.” Tanpa membuang lebih banyak waktu lagi, Jonatan langsung saja menghubungi Marlyn.
“Lyn, minta tolong fotoin notulen rapat tadi dong.”
15 menit  . . . 30 menit . . .  60 menit . . .
Sudah satu jam namun Jonatan tak kunjung mendapat balasan dari Marlyn. Jonatan ingin mengirim chat lagi namun ia juga tidak mau terlihat seperti terlalu membutuhkan balasan (gengsi) jadi dia putuskan untuk bermain laptop. Walau berusaha mengalihkan perhatiannya untuk bermain laptop namun tetap saja tak bisa dipungkiri bahwa dia masih memikirkan balasan dari Marly hamper setiap 5 menit bahkan kurang ia mengecek hpnya siapa tahu ada notifikasi balasan dari Marlyn.
            Setelah 2 jam menunggu dalam kegalauan akhirnya Jonatan pun mendapatkan apa yang sejak tadi dia harapkan. Balasan dari Marlyn.
“Sbb Kak. Aku ketiduran. Bentar ya Kak.”
Oh ternyata dia ketiduran, aku kira chatku sengaja dikacangin. Fyuhh.
“Oke Lyn.”
“-IMG 2417-
  -IMG 2418-
  -IMG 2419-
 Udah kak itu semuanya”
“Sip makasi. Kamu kecapekan ya pulang sore gitu?”
“Sama – sama Kak. Nggak juga, Kak tumben aja tadi.”
“Oh gitu.”
“Iya Kak.”
“:D”
“XD”
“Apaan sih gaje banget gue. Hahahahah”
“Hahahhaha… Udah jam 11, Kakak nggak istirahat?”
“Belum bisa tidur nih. Kamu istirahat sana besok sekolah Lyn.”
“Sama nih belum bisa Kak gara – gara tadi ketiduran. Hehehe.”
Chatting diantara mereka pun terus berlanjut membahas hal – hal lain yang “tidak penting”
***
            Berdasarkan hasil rapat dengan Pembina OSIS, kegiatan pentas seni dan pemberian penghargan bagi siswa berprestasi akan diselenggarakan pada 17 Desember 2016. OSIS semakin gencar melakukan rapat dan persiapan karena waktu yang sangat sempit, kurang lebih hanya 1 bulan. Semakin sering rapat tentunya pertemuan antara Jonatan dan Marlyn juga semakin sering. Namun, Jonatan masih tidak mengetahui bagaimana perasaan Marlyn kepadanya.
***
            Setelah satu minggu penuh melewati ujian akhir sekolah, siswa SMA Wijaya Kesuma pun hari ini melaksanakan kegiatan class meeting. Berbagai lomba diadakan oleh OSIS mulai dari bulu tangkis, ping – pong, basket, hingga futsal. Cuaca hari itu cukup terik, Marlyn dan Aldo pun beristirahat di bawah pohon setelah selesai berkeliling mengawasi jalannya masing – masing pertandingan.
 Jonatan yang kebetulan sedang membeli minuman melihat wajah kelelahan Marlyn dari kejauhan. Hatinya tentu sangat tergerak untuk membelikan Marlyn minuman namun dia juga melihat ada sosok Aldo disebelah Marlyn yang berarti dia harus membeli dua botol minuman.
“Hey pada capek ya? Nih!” sapa Jonatan sambil mengangsurkan dua botol minuman dingin “Wah, makasih banget Kak. Seneng deh kalo punya ketua peka gini. Hehehehe. Iya nggak Do?” canda Marlyn “Hahahah.. Anyway, thank you kak.” Balas Aldo “Apa sih Lyn. Hahahaha. Sama – sama guys.”
***
16 Desember 2016
            Acara yang ditunggu – tunggu pun tiba. Hanya tersisa 1 hari waktu yang dimiliki panitia untuk mempersiapkan acara pentas seni dan pemberian penghargaan bagi siswa dan siswi berprestasi. Jonatan memberikan pengumuman di group line OSIS “Siang teman – teman, hari ini kumpul di sekolah jam 2 siang ya. Kemungkinan akan sampai malam jadi ingat ijin ke orang tua kalian khususnya yang cewek. Thank you.”
            Tepat pukul 2 siang semua pengurus sudah berkumpul di sekolah. Semua segera mengerjakan tugas yang menjadi tanggung jawab mereka. Divisi dekor segera mendekorasi panggung, divisi logistic segera mengatur kursi, divisi konsumsi mengkonfirmasi ulang mengenai pesanan jajan kotak, dan pengurus inti melakukan pengawasan terhadap seluruh divisi. Waktu sudah menunjukkan pukul 17:30 namun masih ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan, Jonatan pun meminta Aldo untuk pergi membelikan makanan untuk panitia.
            1 jam kemudian Aldo sudah kembali dengan membawa bungkusan – bungkusan makanan. Jonatan pun menginstruksikan seluruh panitia untuk santap malam terlebih dahulu sebelum melanjutkan pekerjaan mereka lagi. Aldo membagikan nasi kepada selruh panitia satu persatu. “LAH?!” seru Aldo “Kenapa Do?” tanya Jonatan “Tadi udah aku hitung kok sebelum beli tapi kok nasinya kurang ya. Nasi sisa 2 tapi yang belum dapat ada 3 orang Kakak, Marlyn sama Aku.” Jawab Aldo “Ya udah kamu sama Marlyn aja yang makan.” Jawab Jonatan “Nggak nasinya buat kakak aja. Aku belum lapar.” Balas Marlyn “Kita udah kerja dari jam 2 nggak mungkin kamu belum lapar. Udah kamu makan aja ntar sakit lambung kamu kumat.” Kata Jonatan “Udah dong berantemnya, jadi ini nasinya buat siapa? Aku juga lapar mau makan.” Sahut Aldo “Kasi Marly aja nasinya Do.” Perintah Jonatan “Tapi kakak ntar gimana?” tanya Marlyn “Udah Kakak mah gampang ntar.” Jawab Jonatan. Marlyn pun memakan nasi tersebut karena tidak mau memperpanjang perdebatan lagi.
            Setelah menyelesaikan santap malam, semua panitia kembali lagi ke pekerjaan mereka. Sekitar pukul 10 malam semua sudah beres. Sebelum bubar panitia berkumpul terlebih dahulu. “Oke guys, pertama akum au ngucapin makasih banyak untuk kerja keras kalian malam ini. Semoga besok acara bisa berjalan dengan lancar. Besok ingat jam 06:30 panitia harus sudah berada di sekolah. Jangan telat. Hati – hati semua pulangnya yang cewek kalau bisa pulangnya dianterin sama yang cowok ya supaya lebih aman. Selamat malam dan selamat istirahat semua.”
            “Lyn, kamu balik sama siapa?” tanya Jonatan “Kayaknya sama . . . . . “ baru saja MArlyn akan menyelesaikan kalimatnya Aldo lebih dulu lewat dengan motornya “Kak, Lyn, duluan ya nyokap gue minta dibeliin obat sekalian jadi harus buru – buru. Bye.” Selesai berbicara Aldo langsung mengegas motornya. “Tadi kamu belum selesai jawab. Sama siapa Lyn?” tanya Jonatan lagi “Tadi sebenernya mau bareng sama Aldo tapi ternyata dia udah pulang duluan.” Jawab Marlyn “Bareng aku aja ya Lyn?” tawar Jonatan “Tapi kan rumah kita nggak searah Kak?” jawab Marlyn “Udah nggak papa cuman mutar balik sedikit aja.” Marlyn mengangguk saja karena sekolah sudah sepi dan tidak ada pilihan lain.
            Setelah Marlyn menutup pintu mobil, Jonatan langsung melajukan mobilnya. “Nggak ada yang marahlan kalau aku nganterin kamu pulang Lyn?” tanya Jonatan “Marah? Kenapa harus marah kan niatnya baik mau nganterin aku pulang.” Jawab Marlyn seadanya “Hmmmm… Iya sih” gumam Jonatan
***
17 Desember 2016
            Tepat pukul 06:30 seluruh panitia sudah berada di sekolah tidak ada satu pun yang datang terlambat. “Guys kumpul dulu kita berdoa bersama.” Ajak Jonatan “Sebelum kita menjalankan acara pentas seni pada hari ini. Mari kita berdoa demi kelancaran acara pentas seni ini. Berdoa mulai. Selesai.” Semua panitia membentuk lingkaran dan mengangkat tangannya ke depan “PENTAS SENI 2016!!! SUKSES!!!” Semua panitia kemudian beranjak menuju ke tempatnya masing – masing.
            Pukul 08:00, acara pentas seni dimulai. “Selamat pagi. Yth. Bapak Kepala Sekolah SMA Wijaya Kesuma, Yth. Bapak/Ibu guru SMA Wijaya Kesuma, Yth.Orang tua/Wali murid SMA Wijaya Kesuma, dan Yang terkasih seluruh siswa SMA Wijaya Kesuma. Perkenalkan saya Rachel dan hari ini saya akan menjadi pembawa acara Pentas Seni SMA Wijaya Kesuma 2016.” *CLAP* “Pertama – tama mari kita dengarkan sambutan Ketua panitia penyelenggara acara pentas seni sekaligus Ketua OSIS SMA Wijaya Kesuma 2016, Kepada Jonatan Aditya waktu dan tempat kami persilahkan.”
“Yth. Bapak/Ibu guru dan staff pekerja SMA Wijaya Kesuma, Yth. Bapak/Ibu wali murid SMA Wijaya Kesuma, dan Yang saya kasihi teman - teman  sekalian. Selamat pagi. Puji syukur kita haturkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat-Nya kita bisa bersama – sama berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat. Saya mewakili panitia penyelenggara pentas seni mengucapkan terima kasih atas kesediaan bapak ibu guru dan bapak ibu wali murid menghadiri acara pentas seni ini. Kami dari panitia juga memohon maaf apabila masih terdapat banyak kekurangan dalam penyelenggaraan acara ini. Selamat menikmati acara pentas seni SMA Wijaya Kesuma 2016. Selamat pagi. Terima kasih.”
            “Mari kita berikan tepuk tangan yang meriah untuk ketua panitia kita. Selanjutnya, mari kita dengarkan sambutan dari kepala sekolah SMA Wijaya Kesuma, Kepada Bapak Dony Verdany, S.Pd, M.M waktu dan tempat kami persilahkan.”
“Yth. Bapak/Ibu guru dan staff pekerja SMA Wijaya Kesuma, Yth. Bapak/Ibu wali murid SMA Wijaya Kesuma, dan Yang saya kasihi anak – anakku sekalian. Selamat pagi. Puji syukur kita haturkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkah dan rahmat-Nya sehingga pada pagi hari ini kita bisa bersama – sama berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat walafiat. Saya mengucapkan terima kasih kepada OSIS yang sudah mempersiapkan acara pentas seni ini. Acara hari ini tidak lain bertujuan untuk menggali dan menampilkan potensi yang dimiliki oleh siswa SMA Wijaya Kesuma. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk mengapresiasi siswa – siswi SMA Wijaya Kesuma yang berprestasi. Semoga bapak ibu sekalian menikmati acara ini. Sekian, terima kasih. Selamat pagi.”
            “Terima kasih kepada Bapak Dony atas pidato singkatnya. Mari kita berikan tepuk tangan yang meriah untuk Bapak Dony. Selanjutnya, kita akan menyaksikan penampilan dari siswa kelas XI. Penampilan pertama dari kelas XI IPA 2.” *CLAP* *CLAP*
            Acara pentas seni hari ini akan menyajikan penampilan dari 8 kelas yang terdiri dari 6 kelas XI IPA dan 2 kelas XI IPS. Setiap kelas diwajibkan untuk menampilkan satu penampilan baik tarian, band, vocal group, maupun drama. Setiap kelas diberikan waktu maksimal 15 menit.
            “Baiklah, para hadirin sekalian barusan saja kita saksikan penampilan terakhir dari siswa – siswi kelas XI. Selanjutnya, kita akan masuk ke acara pembagian hadiah bagi siswa berprestasi. Namun sebelumnya ada penampilan special dari salah satu panitia. Mari kita sambut, Jonatan Aditya.”
Seluruh panitia sontak saja kaget karena sebelumnya Jonatan sama sekali tidak memberitahu siapapun bahwa dia akan tampil pada acara pentas seni ini.
WAAAAA!!! KAK JONATAN!!! CAKEP BANGET!! UUOOOOO!! WOWWW!!!! Segala macam teriakan dilontarkan oleh siswi SMA Wijaya Kesuma mengiringi Jonatan menaiki panggung. Bagaimana tidak sosok kakak kelas yang paling dikagumi seantero SMA Wijaya Kesuma kini akan bernyanyi di atas panggung yang tentunya akan membuat para siswi melting.
“Selamat pagi semua.” Sapa Jonatan “PAGIII!!!!” balas para siswi. Walau matahari begitu menyengat namun semangat mereka tak luntur untuk menyaksikan penampilan dari Jonatan. “Baiklah, siang ini saya akan menyanyikan salah satu lagu dari Tulus yang berjudul Jatuh Cinta.” WAAAA!!! WIIII!!! AAAAA!!!! Panitia saling menatap penuh arti. Untuk siapakah lagu ini ditujukan?
Seolah dia menari di mataku
Melekat di kulitku, di hatiku
Apa yang kini harus ku lakukan
Wajahnya selalu ada di pikiran
Ooo tiba-tiba aku suka
Senyumnya selalu terbayang-bayang
Caranya bicara ooo aku suka
Dia punya semua pesona
Dia punya semua yang ku damba
Sosok yang cantik anggun menarik gerak menawan
Tutur cemerlang hati yang tulus tak bisa aku lewatkan
……………………………
            Seolah dia menari di mataku. WAWW!!!! KAK JO!!! WOW!!! Sorak sorai dan tepuk tangan langsung pecah setelah Jonatan selesai bernyanyi. WE WANT MORE!! WE WANT MORE!!! Teriak para siswi.
            “Maaf ya teman – teman tapi kita harus segera lanjut ke acara selanjutnya. Nanti kalau ada waktu kita akan undang Jonatan untuk bernyanyi kembali.” Jelas Rachel. UUUUUUUUU!!!!! Sorak para siswi.
            “Pembagian hadiah akan diberikan kepada 3 siswa/I terbaik untuk tiap jenjang dan jurusannya. Yang pertama akan kita mulai dari kelas X IPA peringkat ketiga diraih oleh . . . . . . Devin Prasetya (X IPA 2) peringkat kedua diraih oleh . . . . . . Geraldine Crhristya (X IPA 4) dan juara pertama diraih oleh . . . . .  Ristya Debora (X IPA1). Kepada para juara dipersilahkan naik ke atas panggung. Kepada Ibu Friska Lidya S.pd dipersilahkan untuk naik ke atas panggung untuk memberikan hadiah.”
            “Selanjutnya kelas X IPS, peringkat ketiga diraih oleh . . . . . . Geraldo Winata (X IPS 1), disusul peringkat kedua oleh . . . .  . . Viviana Desya (X IPS 2) dan peringkat pertama diraih oleh .  . . .. . . . . Marlyn Kristella (X IPS1). Para juara dipersilahkan naik ke atas panggung. Kepada Bapak Bimo Suryo S.Pd dipersilahkan naik ke atas panggung untuk memberikan hadiah.
            “Baiklah, sekarang kita akan naik tingkat untuk kelas XI. Peringkat ketiga untuk jurusan IPA diraih oleh . . . . . ..  Julio Gino (XI IPA 5), peringkat kedua diraih oleh . . . . . . Natasha Viola (XI IPA 2), dan peringkat pertama diraih oleh . . . . .  wow luar biasa . .  peringkat pertama diraih oleh . . . . . . JONATAN ADITYA (XI IPA1). Kepada Bapak Dony Verdany, S.Pd, M.M dipersilahkan untuk naik ke atas panggung dan memberikan hadiah.
            Bapak kepala sekolah meminta mic dari mc. “Saya hanya ingin berbicara sedikit saja. Ya, beginilah bapak ibu sekalian, di sekolah kami ini kami sangat mengharapkan siswa – siswi dapat menjalankan kegiatan akademik dan non akademiknya secara seimbang. Seperti Jonatan, ia adlah ketua OSIS yang pastinya sangat sibuk namun dia tidak meninggalkan kewajibannya sebagai siswa untuk belajar dengan baik sehingga bisa etap berprestasi.” Pidato singkat kepala sekolah langsung disambut tepuk tangan dan sorak sorai seantero sekolah.
Mc pun lanjut membacakan siswa – siswi berprestasi untuk kelas XI IPS, XII IPA, dan XII IPS.
            “Baiklah para hadirin semua, dengan berakhirnya pembagian hadiah bagi siswa – siswi berprestasi berakhir pula acara pentas seni pada hari ini. Kami memohon maaf apabila masih banyak kekurangan dalam penyelenggaraan acara ini. Terima kasih. Selamat siang.” Seluruh hadirin baik bapak/ibu guru, bapak/ibu wali murid, dan siswa berhamburan meninggalkan tempat acara kecuali PANITIA.
            “Congratulation Kak. Keceee emang ketua OSIS.” Kata Marlyn “Kamu juga keren Lyn juara umum padahal baru kelas X jadi OSIS pula.” Puji Jonatan “Cieeee…. Couple OSIS pintar kita nih.” Goda Charlie dari divisi dokumentasi “Apaan sih Lie.” Balas Jonatan. Marlyn hanya membalas dengan senyum saja. “Foto dulu gih berdua, supaya ada dokumentasi OSIS pintar. Heheheh.” “Cihuiiii… Traktiran dong yang pada rangking nih.” Celetuk Diana “Congratulation ya kalian.” Para anggota OSIS bergiliran menggoda maupun memberikan ucapan selamat kepad Jonatan dan Marlyn. “Aduh salam – salaman gini berasa kayak si Jonatan sama Marlyn lagi resepsi.” Celetuk Aldo. Sontak langsung disambut tawa anggota OSIS yang lain. “Udah dari pada makin ngawur mending pada beres – beres dulu biar bisa cepet balik.” Kata Jonatan. Semua panitia pun membantu merapikan tempat acara. Setelah selesai, mereka pun kembali berkumpul duduk membentuk lingkaran.
 “Pertama, aku mau ngucapin terima kasih banyak kepada panitia semua karena tanpa kalian acara hari ini tidak mungkin bisa berjalan dengan baik. Terima kasih selama sebulan belakangan ini kalian udah mau meluangkan waktu untuk rapat dan mempersiapkan acara ini. Aku juga minta maaf kalau mulai dari persiapan sampai selesainya acara ini pernah mengucapkan  perkataan atau melakukan tindakan yang menyakiti hati kalian. Aku minta maaf. Dari kalian ada yang mau ditanyakan atau ada saran yang mau disampaikan?” panitia yang lain saling tatap dan akhirnya Aldo pun buka suara “Btw, lagu tadi buat siapa Kak? Kayaknya nyanyinya pakai perasaan banget.” tanya Aldo. Jonatan sempat terdiam kaget dengan pertanyaan yang dilontarkan Aldo “Hmmmm…. Kalo soal itu. Ntar kamu akan tahu sendiri Do. Kalau sudah tidak ada yang ditanyakan maka kalian boleh bubar. Terima Kasih.” Jawab Jonatan. “Wah, kita bakal dapat PJ dalam waktu dekat nih aromanya.” Ledek Aldo.
***
            JACKPOT!!! Hari ini tentunya menjadi hari yang sangat menyenangkan bagi Jonatan bukan hanya karena dia mendapat juara umum tetapi karena acara PENSI bisa berjalan lancar dan tentunya karena dia bisa berfoto berdua dengan Marlyn. Ia sangat bersyukur mempunyai teman yang hiperaktif seperti Charlie sehingga ia tidak perlu berpikir keras mencari ide bagaimana agar bisa berfoto berdua dengan Marlyn. Malam itu juga Jonatan meminta Charlie untuk mengirimkan fotonya dengan Marlyn. Setelah mendapatkannya, Jonatan langsung mengupload foto tersebut ke instagramnya dengan caption
Thank you God!! I feel so blessed today:D
Dan tidak lupa dia juga menandai Marlyn dalam fotonya tersebut. Tidak butuh waktu lama, 15 menit setelah diupload sudah ada ratusan komentar dan like di foto tersebut.
Shovi_ne Wah, Congrats ya Jo
Doni97 Pacarmu Jo?
Zidenalvaro Lo taken nggak bilang – bilang. PJ gw mana?
Jonatan_Aditya @Shovi_ne Thank you Vi @Doni97 Bukan,dia adik kelas gue @Zidenalvaro wah lu mah sok tahu. Kalo gue taken ntr gue kabar”in
Selain komentar dari teman – teman Jonatan banyak juga komentar dari adik kelas yang menuliskan ucapan selamat maupun “kekecewaan” karena tak seberuntung Marlyn bisa berfoto berdua dengan Jonatan.
Dari banyaknya notifikasi yang ada notifikasi pesan LINE dari Marlyn lah yang berhasil mencuri perhatian Jonatan.
“Kak, boleh minta kirimin foto kita berdua nggak selain yang diupload di insta? Hehehe”
“Boleh Lyn. Bentar ya.”
Jonatan kemudian memilih foto – foto yang tadi dikirimkan oleh Charlie
“Thank you Kak. Btw, mana nih traktiran rangking 1? Wkwkwkkw”
“Emang kamu nggak rangking 1? Hahahaha.. Besok malam kamu kosong nggak?”
“Hehehehe.. hmmm, kosong Kak. Kenapa?”
“Ya udah kalau gitu besok aku traktirnya.”
“Iiii, becanda doang kali kak tadi.”
“Nggak boleh nolak rejeki Dek.”
“Okeh deh Kak *grin*”
“Sip besok aku jemput jam 7 ya.”
“Sippp”
Perasaan Jonatan campur aduk. Sebenarnya, apakah yang dia rencanakan untuk traktiran esok??
***
            Pukul 7 malam Jonatan sudah berada di depan rumah Marlyn. Ia pun turun terlebih dahulu untuk meminta ijin kepada papa dan mama Marlyn untuk mengajak Marlyn keluar. “Om, Tante, saya ijin ajak Malyn jalan boleh ya?” pinta Jonatan “Iya boleh aja tapi pulangnya jangan terlalu malam ya.” Kata Mama Marlyn “Pa, Ma, Marlyn pergi dulu ya.” “Om, Tante, pamit dulu ya.” Papa dan Mama Marlyn memblas denga senyuman.
***
            Sekitar 30 menit perjalanan akhirnya mereka sampai juga di kafe yang dituju. Seperti biasa malam ini Marlyn hanya mengenakan kemeja, celana jeans, dan flat shoes. Malam ini yang berbeda adalah rambutnya dibiarkan tergerai membuat Jonatan agak pangling melihat Marlyn. Sebelumnya, Jonatan sudah memesan tempat dan makanan untuk acara malam ini. Pelayan langsung kembali ke dapur untuk mempersiapkan pesanan Jonatan setelah mengantarkan Jonatan dan Marlyn ke tempat duduk. “Kamu cantik banget malam ini Lyn.” Puji Jonatan. Marlyn kaget dengan ucapan Jonatan barusan “Hehehe. Makasih Kak.” Tiba – tiba, Jonatan meraih kedua tangan Marlyn “Lyn, sebenarnya malam ini bukan cuman acara teraktiran aja. Tapi, ada hal yang mau aku bilang ke kamu.” Belum sempat Marlyn menyela Jonatan sudah kembali melanjutkan ucapannya “Sejak pertama aku lihat kamu waktu hari pemilihan, aku ngerasa ada yang beda sama perasaan aku ke kamu. Setelah 2 bulan belakangan ini kita kerja bareng dan sering chatting aku merasa nyaman sama kamu. Dan tentang lagu yang aku nyanyiin waktu PENSI itu sebenarnya buat kamu tapi aku belum cukup berani untuk bialng di depan anak – anak lain. So, do you want to be my girlfriend?” Mulut Marlyn seakan terkunci. Ia bingung harus menjawab apa. “Tapi apa yang membuat kakak memilih aku?” tanya Marlyn “Sebenarnya cinta itu nggak butuh alasan tapi kalau kamu emang butuh alasannya, aku suka kesederhanaan kamu. Kamu beda dari cewek yang lain. Di saat cewek lain berlomba untuk mempercantik diri dengan make up yang tebel banget, rambut dikeritingin diwarnanain dan lain sebagainya.” Jelas Jonatan “Hmmm, okay. I accept you to be my boyfriend. Hehehehe.” Jawab Marlyn “Wow, thank you Lyn. I think I will be rejected.”
***
Senin, 19 Desember 2016
            Semua anggota OSIS berkumpul di sebuah kafe dalam rangka teraktiran rangking 1 Ketua OSIS mereka. Semua anggota sudah datang terlebih dahulu, hanya Jonatan dan Marlyn yang belum datang. 10 menit kemudian keduanya datang bersamaan sambil bergandeng tangan “Maaf telat, tadi kejebak macet.” Kata Jonatan. Perhatian Aldo langsung tertuju pada gandengan tangan keduanya “Oh, jadi ini yang dimaksud dari lagu waktu PENSI kemarin.” Seru Aldo. Mata anggota yang lain langsung tertuju kea rah yang dilihat Aldo. “CIEEEEEEE!!!” sorak yang lain. Jonatan dan Marlyn hanya tertawa saja melihat tingkah laku teman – temannya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Recycle Cinta

AUTHOR’S POV             “….. Sudah tak bisa dipungkiri jumlah sampah yang ada di Indonesia ini. Mulai dari limbah rumah tangga, pabrik...