Dua saudara kembar identik yang tentunya sama - sama cantik namun memiliki sedikit perbedaan dalam bidang akademik. Rena adalah seorang perempuan yang sangat feminim, ia termasuk siswi yang cukup berrestasi di kelasnya. Sedangkan, Reni adalah kebalikan darri Rena dalam bidang penampilan, ia adalah cewek tomboy dan sangat cuek dengan penampilannya. Namun dalam bidang akademik kemampuan Reni lebih cemerlang daripada Rena.
Kini, kedua saudara kembar tersebut adalah siswi kelas XI di sebuah SMA negeri favorit. Walau sudah 1 tahun mengenakan seragam yang terdiri dari baju lengan panjang dan rok panjang Reni masih belum terbiasa, Seperti suatu pagi, saat itu Reni telat bangun dan kakaknya (Rena) sudah meneriakinya dari dalam mobil "Reniii!! buruan udah telat ni." "Iya kak bentar tinggal iket tali sepatu." kebiasaan Reni yang suka tak sadar kalau sedang memakai rok membuatnya lompat dari tangga teras menuju garasi, rok yang tentunya membuat geraknya lebih terbatas membuatna hampir saja terjatuh "Aduhh... sialan sumpah ni rok ngeselin banget." umpat Reni sambil menaiki mobil. "Yaelah, salah lo juga kali udah tahu make rok masih aja lompat sana sini kayak nyemot." "Yee,... bodok." setelah Reni naik mobil, pak supir langsung menjalankan mobilnya.
Sesampai di sekolah mereka lalu berpisah arah karena Rena adalah anak IPA sedangkan Reni adalah anak IPS. Setelah 3 bulan bersekolah, Rena mulai menyadari ada gerak - gerik kakak kelas yang sepertinya menyukai dirinya. Kakak kelas itu bernama Randy. Bukan kegeeran tapi Randy sering sekali menyapa ataupun mengajak Rena untuk makan di kantin.
Reni yang aslinya usil dan kepo langsung menodong Rena dengan bermacam pertanyaan ketika mereka sudah berada di kamar. "Cieee, Rena udah ada yang ngegebet. Udah jadian berapa ama? PJ gue mana?" "Ya ampun dek ribut amat, siapa yang jadian? sembarangan aja." "Oh ya udah berarti lagi PDKT sekarang?" "Nggak cuman temen biasa aja." "Ummmm... Macak??" "Iya adek bawel. Ntar kalo jadian juga bakal gue kasitau kali."
Yah beginilah kalau sudah membicarakan tentang pacar. Kehidupan percintaan antara dua saudara kembar ini bisa dibilang sangat jomplang, dimana Rena sudah berpacaran beberapa kali sejak SMP sedangkan Reni nihil. Dari paras keduanya tentu sama - sama cantik, jadi yang mungkin menjadi pertimbangan cowok - cowok adalah tingkah laku Rena yang lebih feminim akan membuat cowok merasa lebih berguna ketimbang dengan Reni yang sepertinya bisa melakukan segala sesuatunya sendiri dengan sifat tomboynya. Selain itu, mungkin bisa dibilang para cowok agak takut mendekati Reni, karena seperti diketahui Reni memiliki presasi yang sangat cemerlang dalam bidang akademik yang bisa saja membuat cowok yang akan mendekatinya merasa "bodoh" atau kalah saing. Bagi Reni itu tak masalah karena dengan kesendiriannya dia tetap bahagia. Berbeda dengan Rena yang merasa lebih nyaman bila memiliki gandengan.
Beberapa bulan kemudian Rena dan Randy pun jadian. Suatu malam, Randy mengajak Rena untuk dinner namun kondisi badan Rena kurang fit. Namun, ia tak ingin membuat Randy kecewa akhirnya muncul sebuah ide. "Dek, lo nggak pernah pacaran kan?" "Iyalah kak, terus kenapa? masuloh?" "Ih apaan sih. Kakak mau minta tolong bisa?" "Minta tolong apaan?" "Gini, entar malem Randy ngajakin kakak dinner tapi kakak lagi nggak enak badan. Kakak nggak mau ngecewain dia jadi..." "Jadi tolong ya dek gantiin kakak. Enak aja. Ya udah bilang aja lagi sakit gitu aja ribet _-_" "Yaelah dek sekali kali gitu bantuin." "Males gilak berurusan dengan cowok." "Plissss... sekali aja" "Nggak ah males." "Ayolah dekk... Entar kakak beliin apa yang kamu mau deh." "Tetep Nggak." "Ayolah dek, tolongg!!" "Iye deh iye bawel. Satu kali ini aja." "Ok. Makasi. Emang baik deh adik yang satu ini." Rena langsung memeluk Reni
"Kalau gitu sekarang kamu buka lemari kakak pilih dress mana buat kamu pakai entar malem." "Maless ah make celana jins sama kemeja aja nggak bisa?" "Serius dikitt dek, masak cewek dinner makai celana jins sama kemeja." "Biarin aja." "Jadi cewek lah kamu. Kan sekarang posisinya itu lu lagi jadi gue. Oh iya sekalian ini hp gue lo bawa dulu." "Hmmm.... Ya Tuhan semoga cobaan ini cepat berakhir."
Setelah selesai bersiap - siap, tepat pukul 7 Randy sudah tiba di rumah Rena. Randy langsung terkesima melihat penampilan Reni. "Wah Ren kamu cantik banget." Reni hanya membalas dengan tersenyum "Ya udah kita jalan sekarang yuk." Randy menggandeng tangan Reni yang hampir saja denan refleks ditepis oleh Reni. Untungnya dia cepat sadar kalau dia sedang menjadi Rena.
Selama perjalanan Reni hanya menjawab bila diajak berbicara oleh Randy. Randy mulai merasa ada yang aneh karena tidak biasanya Rena begini. Biasa Rena yag sering mencari topik - topik pembicaraan, dan sikap Rena lebih manja. "Ren kamu lagi sakit? Kalau emang lagi sakit mending kita batali aja dinnernya, daripada dipaksain ntar kamu sakit lagi."'Iya, eh, maksudnya nggak papa kok Ran" eh busseett deh biasa aja kali kalau sakit. Heboh bener. Ini mah perhatian overload "Serius nih nggak papa?" "Iya, nggak masalah."
Setelah selesai dinner, Randy langsung mengantar Reni pulang. "Ren istirahat yang cukup biar cepet sembuh. Byeee." "Okeh. Byee." Sebenarnya Reni ingin langsung mengembalikan hp Rena, tapi ternyata Rena sudah tidur. Setelah selesai membersihkan diri ia mengecek hpnya kemudian hp Rena pun bergetar. Ternyata itu adalah bbm dari Randy
Randy
Good night beb. Nice Dream yah..
Istirahat yang cukup biar cepet sembuh
love youu :*:*
"Eh buset dah ya ni orang - orang kalau pada pacaran. Kayak pelayan supermarket ngucapin selamat pagi siang malam." Reni sudah berniat mengabaikan bbm itu tapi iya teringat pesan Rena tadi "Pokoknya ada bbm, line atau aapun lah dari Randy lo harus bales. Awas aja kalo nggak. Nggak bakal gue belin apa - apa elo." "Sumpah nyebelin punya kembaran kayak begini. Nying nying banget." Reni bingung harus membalas seperti apa, ia pun men-scroll up. Reni pun bergidik geli ketika membaca chat bertabur emot hug, kiss, tulisan say, beb, dan sebagainya. Akhirnya dia hanya meng-copy balasan kemaren malam daan ditambahi beerapa kata.
Randy
Good night juga beib:3
Nice dream too:*
Iya aku istirahat kok
Thankyouu love:*:*
"Ya Tuhan, itu chat paling alay yang pernah gue kirim." Setelah itu Reni segera pergi tidur. Keesokan harinya Reni bergegas peri ke kamar Rena mengeluarkan segala unek - uneknya dan tentunya juga mengembalkan hp Rena. "Kakakku yang paling cantik seantero jagat. Cukup satu kali ini gue bantuin elo yah kembaran gue -_- Sumpah pacaran itu sangat ribet dan annoying." "Ih kata siapa? enak kali pacaran jadi ada yang merhatiin." "Gue yang bilang. Sumpah nyebelin. Enakan sendiri bebas mau ngapa-ngapain ngak perlu harus ngabarin, kalo ngabarin ntar ngambek. Euhhh." "Ah, kamu sih nggak pernah ngerasain. Seru kali ada yang khawatirin kita jadi dia ngambek atau marah kalau nggak dikabarin." "Bodok intinya gue nggak mau. Ngerasain satu hari aja gue udah nggak betah." "Ya terserah. Anyway, thanks a lot Ren."
Seperti itulah orang - orang di muka bumi ini, mereka memiliki pandangan yang berbeda tentang pacaran. so, jomblo atau taken itu adalah pilihan. Nggak ada yang lebih baik atau yang lebih hina itu semua kembai pada masing - masing individu. Terkadang jomblo juga karena overqualified kayak Reni gitu. Bisa jadi emang pacaran karena punya pandangan kayak Rena. Apapun pilihan kita boleh - boleh aja. Asal jangan pacaran cuman karena ngejer status.
Kini, kedua saudara kembar tersebut adalah siswi kelas XI di sebuah SMA negeri favorit. Walau sudah 1 tahun mengenakan seragam yang terdiri dari baju lengan panjang dan rok panjang Reni masih belum terbiasa, Seperti suatu pagi, saat itu Reni telat bangun dan kakaknya (Rena) sudah meneriakinya dari dalam mobil "Reniii!! buruan udah telat ni." "Iya kak bentar tinggal iket tali sepatu." kebiasaan Reni yang suka tak sadar kalau sedang memakai rok membuatnya lompat dari tangga teras menuju garasi, rok yang tentunya membuat geraknya lebih terbatas membuatna hampir saja terjatuh "Aduhh... sialan sumpah ni rok ngeselin banget." umpat Reni sambil menaiki mobil. "Yaelah, salah lo juga kali udah tahu make rok masih aja lompat sana sini kayak nyemot." "Yee,... bodok." setelah Reni naik mobil, pak supir langsung menjalankan mobilnya.
Sesampai di sekolah mereka lalu berpisah arah karena Rena adalah anak IPA sedangkan Reni adalah anak IPS. Setelah 3 bulan bersekolah, Rena mulai menyadari ada gerak - gerik kakak kelas yang sepertinya menyukai dirinya. Kakak kelas itu bernama Randy. Bukan kegeeran tapi Randy sering sekali menyapa ataupun mengajak Rena untuk makan di kantin.
Reni yang aslinya usil dan kepo langsung menodong Rena dengan bermacam pertanyaan ketika mereka sudah berada di kamar. "Cieee, Rena udah ada yang ngegebet. Udah jadian berapa ama? PJ gue mana?" "Ya ampun dek ribut amat, siapa yang jadian? sembarangan aja." "Oh ya udah berarti lagi PDKT sekarang?" "Nggak cuman temen biasa aja." "Ummmm... Macak??" "Iya adek bawel. Ntar kalo jadian juga bakal gue kasitau kali."
Yah beginilah kalau sudah membicarakan tentang pacar. Kehidupan percintaan antara dua saudara kembar ini bisa dibilang sangat jomplang, dimana Rena sudah berpacaran beberapa kali sejak SMP sedangkan Reni nihil. Dari paras keduanya tentu sama - sama cantik, jadi yang mungkin menjadi pertimbangan cowok - cowok adalah tingkah laku Rena yang lebih feminim akan membuat cowok merasa lebih berguna ketimbang dengan Reni yang sepertinya bisa melakukan segala sesuatunya sendiri dengan sifat tomboynya. Selain itu, mungkin bisa dibilang para cowok agak takut mendekati Reni, karena seperti diketahui Reni memiliki presasi yang sangat cemerlang dalam bidang akademik yang bisa saja membuat cowok yang akan mendekatinya merasa "bodoh" atau kalah saing. Bagi Reni itu tak masalah karena dengan kesendiriannya dia tetap bahagia. Berbeda dengan Rena yang merasa lebih nyaman bila memiliki gandengan.
Beberapa bulan kemudian Rena dan Randy pun jadian. Suatu malam, Randy mengajak Rena untuk dinner namun kondisi badan Rena kurang fit. Namun, ia tak ingin membuat Randy kecewa akhirnya muncul sebuah ide. "Dek, lo nggak pernah pacaran kan?" "Iyalah kak, terus kenapa? masuloh?" "Ih apaan sih. Kakak mau minta tolong bisa?" "Minta tolong apaan?" "Gini, entar malem Randy ngajakin kakak dinner tapi kakak lagi nggak enak badan. Kakak nggak mau ngecewain dia jadi..." "Jadi tolong ya dek gantiin kakak. Enak aja. Ya udah bilang aja lagi sakit gitu aja ribet _-_" "Yaelah dek sekali kali gitu bantuin." "Males gilak berurusan dengan cowok." "Plissss... sekali aja" "Nggak ah males." "Ayolah dekk... Entar kakak beliin apa yang kamu mau deh." "Tetep Nggak." "Ayolah dek, tolongg!!" "Iye deh iye bawel. Satu kali ini aja." "Ok. Makasi. Emang baik deh adik yang satu ini." Rena langsung memeluk Reni
"Kalau gitu sekarang kamu buka lemari kakak pilih dress mana buat kamu pakai entar malem." "Maless ah make celana jins sama kemeja aja nggak bisa?" "Serius dikitt dek, masak cewek dinner makai celana jins sama kemeja." "Biarin aja." "Jadi cewek lah kamu. Kan sekarang posisinya itu lu lagi jadi gue. Oh iya sekalian ini hp gue lo bawa dulu." "Hmmm.... Ya Tuhan semoga cobaan ini cepat berakhir."
Setelah selesai bersiap - siap, tepat pukul 7 Randy sudah tiba di rumah Rena. Randy langsung terkesima melihat penampilan Reni. "Wah Ren kamu cantik banget." Reni hanya membalas dengan tersenyum "Ya udah kita jalan sekarang yuk." Randy menggandeng tangan Reni yang hampir saja denan refleks ditepis oleh Reni. Untungnya dia cepat sadar kalau dia sedang menjadi Rena.
Selama perjalanan Reni hanya menjawab bila diajak berbicara oleh Randy. Randy mulai merasa ada yang aneh karena tidak biasanya Rena begini. Biasa Rena yag sering mencari topik - topik pembicaraan, dan sikap Rena lebih manja. "Ren kamu lagi sakit? Kalau emang lagi sakit mending kita batali aja dinnernya, daripada dipaksain ntar kamu sakit lagi."'Iya, eh, maksudnya nggak papa kok Ran" eh busseett deh biasa aja kali kalau sakit. Heboh bener. Ini mah perhatian overload "Serius nih nggak papa?" "Iya, nggak masalah."
Setelah selesai dinner, Randy langsung mengantar Reni pulang. "Ren istirahat yang cukup biar cepet sembuh. Byeee." "Okeh. Byee." Sebenarnya Reni ingin langsung mengembalikan hp Rena, tapi ternyata Rena sudah tidur. Setelah selesai membersihkan diri ia mengecek hpnya kemudian hp Rena pun bergetar. Ternyata itu adalah bbm dari Randy
Randy
Good night beb. Nice Dream yah..
Istirahat yang cukup biar cepet sembuh
love youu :*:*
"Eh buset dah ya ni orang - orang kalau pada pacaran. Kayak pelayan supermarket ngucapin selamat pagi siang malam." Reni sudah berniat mengabaikan bbm itu tapi iya teringat pesan Rena tadi "Pokoknya ada bbm, line atau aapun lah dari Randy lo harus bales. Awas aja kalo nggak. Nggak bakal gue belin apa - apa elo." "Sumpah nyebelin punya kembaran kayak begini. Nying nying banget." Reni bingung harus membalas seperti apa, ia pun men-scroll up. Reni pun bergidik geli ketika membaca chat bertabur emot hug, kiss, tulisan say, beb, dan sebagainya. Akhirnya dia hanya meng-copy balasan kemaren malam daan ditambahi beerapa kata.
Randy
Good night juga beib:3
Nice dream too:*
Iya aku istirahat kok
Thankyouu love:*:*
"Ya Tuhan, itu chat paling alay yang pernah gue kirim." Setelah itu Reni segera pergi tidur. Keesokan harinya Reni bergegas peri ke kamar Rena mengeluarkan segala unek - uneknya dan tentunya juga mengembalkan hp Rena. "Kakakku yang paling cantik seantero jagat. Cukup satu kali ini gue bantuin elo yah kembaran gue -_- Sumpah pacaran itu sangat ribet dan annoying." "Ih kata siapa? enak kali pacaran jadi ada yang merhatiin." "Gue yang bilang. Sumpah nyebelin. Enakan sendiri bebas mau ngapa-ngapain ngak perlu harus ngabarin, kalo ngabarin ntar ngambek. Euhhh." "Ah, kamu sih nggak pernah ngerasain. Seru kali ada yang khawatirin kita jadi dia ngambek atau marah kalau nggak dikabarin." "Bodok intinya gue nggak mau. Ngerasain satu hari aja gue udah nggak betah." "Ya terserah. Anyway, thanks a lot Ren."
Seperti itulah orang - orang di muka bumi ini, mereka memiliki pandangan yang berbeda tentang pacaran. so, jomblo atau taken itu adalah pilihan. Nggak ada yang lebih baik atau yang lebih hina itu semua kembai pada masing - masing individu. Terkadang jomblo juga karena overqualified kayak Reni gitu. Bisa jadi emang pacaran karena punya pandangan kayak Rena. Apapun pilihan kita boleh - boleh aja. Asal jangan pacaran cuman karena ngejer status.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar